Monday, September 15, 2008

Efteling

Just a day after thesis submission, I fulfilled my promise to Anya to have a vacation to Efteling, an amusement park close to Den Bosch. It was the last day of her summer holiday, but it was a sunny and bright day to spend weekend together.

We traveled to Efteling by train from Utrecht to s’Hertogenbosh, and continued by bus to the Efteling. Many visitors were coming, due to the last day of summer vacation, but we had not long queue to buy ticket. The first amusement we visited was “Panda” corner. We did not have any idea what it is about. We found a movie with 3D screen in the first theater. First, we did not interested and just wanted to leave the theater, but it was closed already. Being patient, we watched the movie. After the first movie has been played, we moved to the second theater with bigger screen and many seat rows and the movie began. Wow amazing! The story began with polar bear life; turtle and creature life under sea and about tropical forests where orang utans live. How people disturb nature that create global climate change. This very good movie, that suppose to increase awareness to protect nature and wild life. Anya learnt about what global climate change is about.

We had fun with roller coaster, which need effort to be in long queue. Lifted up to see Efteling area with “Pagoda”. But we did not try adventure in a canoe or boat. We spend our time much in a fairy tale area; to see a story of ‘Long Neck’, Rampusel, a girls with the red coat and little mermaid. We did not miss the mysterious villa, where we could experience with 360 oC rotate room. I have no idea, how does it work. There was no stuffs in the room fell down, though the seat in the room was rotated 360 oC for several times!

Anya enjoyed this day much. Finally, she had a story to tell her friends when she go went back to school in the coming day.

Wednesday, September 3, 2008

Thankfulness

During the last few weeks, the weather in Utrecht was not so nice: cloudy, windy, rainy and cold. We had only nice weather on last weekend. Perhaps the last good weather on this summer. Now, I’m feeling that autumn is coming. This tipical Ducht weather: unpredictable! Well, it’s fine. I enjoy the weather by wearing coat outside and wearing pashmina as my blanket inside office. Although already a year I stay here in Holland, but I did not get used to this weather. In the contrast with Bogor, I never feel very cold, although the precipitation in Bogor is higher than in Holland. Sometimes, we have heavy rain in Utrecht. Like yesterday, I was biking in the heavy rain, hence I was totally wet when arrived at home. I got headache :-(.

Anyway, I’m survive :-). I released from pressure due to deadline of thesis submission. I submitted my thesis to the reader committee last Saturday. Thanks God, nothing is possible without your bless. I could not imagine that I could finish my thesis on time without kind cooperation from all of my supervisors. They provided me good supervision, guidance and supports. I'm indebtful for all of them.

As realization of my thankfulness, Anya and I went to Alphen a/d Rijn last Saturday for doing pooja and celebrating Hindu’s festival: Galungan and Kuningan, together with other Hindus in Netherlands. This was the first time I joined them. Instead of ‘jam karet’, a term for out of the schedule, the festival was great. The OC entertained us with dance performance, music and delicious food.. hhmmm yummy! I just aware, there are many Hindus from Indonesia in Holland.

Special person to be thank is Anya, my daughter. She sacrifices a lot during these times. She is very kind and fully understanding. She did not have good moment during her summer vacation, because I did not have time to accompany her to spend the holiday. Finally, after submission, we could go together to Efteling, an amusement park close to s-Hertogenbosch, like Disneylend. It was nice day and nice park as well. Anya was happy, finally she had nice trip in the last day of her summer vacation.

My father, mother and Joko who pray a lot for my study are very respectful. I thank my sisters and their families for kind support on their way for my study. This an a very early thank for all who close with me. Later, I will write down 'formal thanks' in my thesis for all who colaborated in my project.

Now, I’m preparing for presentation at CBS and Biology department as a practice for public defense. The last part is nearly approaching, and I still have to struggle for it. Wish me best of luck.

Thursday, July 17, 2008

Master Oogway mencapai Moksa

Minggu kemarin, sambil melepas penat dari tugas-tugas rutin dan deadline, akhirnya saya penuhi janji saya kepada Anya untuk nonton film di bioskop. Film yang sudah dia tunggu-tunggu, karena promo di TV sangat gencar. Tadinya saya malas untuk nonton, tapi setelah dikirimi resensi filmnya oleh seorang kawan baik, Eva Suarthana, saya jadi tertarik. Resensi filmnya yang ditulis oleh Santhi, saya copy-paste diakhir blog ini.

Film kartun dengan tajuk "Kung Fu Panda" ini tidak hanya ditujukan untuk anak-anak, tapi juga untuk dewasa, yang tentu saja menemani anak-anaknya menonton film. Satu yang ingin saya tambahkan untuk resensi tersebut adalah, walaupun film ini mengenai fabel, tapi kisahnya adalah legenda yang dapat dijadikan cermin bagi umat manusia. Humanity itu bersifat universal. Tapi saya kagum dengan pengarang cerita ini, dia mahfum mengenai moksa, yaitu bersatunya atman dengan paratman, atau bersatunya jiwa-raga dengan Sang Pencipta, dimana seseorang mati tanpa meninggalkan jasad, atau 'pergi' bersama-sama dengan jiwa dan raga. Di ceritakan Master Oogway, setelah menasihati Master ShiFu, dia mengatakan bahwa "ini waktuku untuk pergi". Hanya seseorang yang telah mumpunilah yang bisa mengetahui kapan waktunya untuk 'pergi' dan kemana jalan dan tujuannya 'pergi'. Master Oogway lalu lenyap dari pandangan mata, setelah bunga-bunga surgawi bertebaran memanggilnya.

Berikut resensinya:

1. *The secret to be special is you have to believe you're special.*

Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia Kitab Naga, yang hanya berupa lembaran kosong. Wejangan dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatnya kembali bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri.

Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik, berharga kita pun akan punya daya dorong untuk melakukan hal-hal yang spesial. Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita bisa. Seperti kata Master Oogway, *You just need to believe*

2. *Dont give up on your dreams*.

Po , panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya bisa menguasai ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang akhirnya menyerah, gagal mencapai impian karena terhalang oleh pikiran negatif diri kita sendiri?

Seperti kata Master Oogway, *Yesterday is history, tomorrow is a mistery, today is a gift, that's why we call it "PRESENT" --> *kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat ini adalah anugerah, makanya
disebut Present (hadiah).

Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang yang telah dianugerahkan Tuhan padamu.

3. *Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain, sebelum kamu percaya dengan kemampuan orang itu, dan kemampuan dirimu sendiri.*

Master ShiFu ogah-ogahan melatih Po . Ia memandang Po tidak berbakat. Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam waktu sekejap. Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh derajat, setelah ShiFu diyakinkan Master Oogway -gurunya- bahwa Po sungguh-sungguh adalah Pendekar Naga dan Shi Fu adalah satu-satunya orang yang mampu melatihnya.

Sebagai guru atau orang tua, hal yang paling harus dihindari adalah memberi label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk berubah. Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita kehilangan percaya diri, bahwa kita masih mampu untuk membimbing mereka.

4. *Every individual have their own way to learn and their own motivation*

Shi Fu akhirnya menemukan cara bahwa Po baru termotivasi dan bisa mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po tidak bisa menjalani latihan seperti 5 murid jagoannya yang lain.

Demikian juga dengan setiap anak. Kita ingat ada 3 gaya belajar yang kombinasi ketiganya membuat setiap orang punya gaya belajar yang unik. Hal yang menjadi motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika kita memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada anak-anak yang dirugikan.

5. *Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri sendiri bisa membutakan mata
kita tentang kondisi sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah yang
salah*.


Master ShiFu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul, murid pertamanya, yang ia asuh sejak bayi. Ia membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai dengan harapannya. Memberikan impian bahwa Tai Lung akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi Fu tidak
melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar mahal, bahkan nyaris kehilangan nyawanya.

Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri sendiri/anak/ murid kita. Parahnya, ada pula yang dengan sengaja mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau mendengar informasi dan konfirmasi dari orang-orang tertentu.

Baru-baru ini saya bertemu seorang ibu yang selama 14 tahun masih sibuk membohongi diri bahwa anaknya tidak autis. Ia lebih senang berkonsultasi dengan orang yang tidak ahli di bidang autistik. Mendeskreditkan pandangan ahli-ahli di bidang autistik. Dengan sengaja memilih terapis yang tidak
kompeten, agar bisa disetir sesuai keinginannya. Akibatnya proses terapi 11 tahun tidak membuahkan hasil yang signifikan.

Ketika kita punya image yang keliru, kita akan melangkah ke arah yang keliru.

6. *Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan tinggal
dalam hatimu.*


Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang pada murid-muridnya. Sisi terburuk dari kepahitan adalah kita tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi kasih sayang.

7. *Family is the most important thing in this world*.

Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah. Berkat ayahnya pula Po dapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi Pendekar nomor satu.

Keluarga ada elemen terpenting yang ada di dunia ini. Mereka adalah orang pertama yang akan merasakan kesusahan kita, orang pertama yang memberikan dukungan terbesar pada saat kita membutuhkannya, dan orang pertama yang akan melindungi dan mau berkorban untuk kita.

Sudahkah kita memberi dukungan pada anggota keluarga kita?

Saturday, July 5, 2008

A basket of cherries


Cherry (Prunus spp.) or ‘kersen’ (in Nederlands) is a drupe fruit, yellow to red in colour when fruit is ripe, sour to sweet taste. During June –July, they sold in market after blooming in May.

I am as Indonesian know cherry, but when I am in Holland, people called cherry as ‘kersen’, which is in bahasa Indonesia we refer ‘kersen’ as different fruit. I was confusing when I found ‘kersen’ name in front of a box with full of cherry. Kersen or cherry is a common name of Prunus spp, but not kersen in bahasa Indonesia, which refer to Muntingia calabura.

I was eager to know how the tree looks like. Cherry is a medium tree; habitus straight and cylindrical bole. Leathery leaves; beautiful white flower. I just notice that a tree in front of our house is a cherry, but I only saw one tiny cherry few weeks ago. Perhaps, birds like them all and left only a few of them.

Today, I bought a basket kersen or cherry in the open market of Wageningen. I paid 3.5 euro for 2 kg! It’s very cheap compare to normal price in Utrecht, which is 3.5 euro for only 0.5 kg. The vendor kindly gave us 5 mandarijn (sweet orange) for free. He wanted to finish all fruits he is selling today. Hmm.. it is very nice. We went back home happily with a basket of cherries in hand :-)





Saturday, June 28, 2008

Work phylosophy

Sudah seminggu ini 'berkubang' dalam kesibukan penulisan thesis. Tidak hanya nulis tesisnya, tapi juga analisa, interprestasi dan sintesa data untuk pembahasan. Sampai kepala mau pecah rasanya.. karena urat-urat nadi di keningku sudah menonjol dari balik kulit. Syukurlah Tuhan menganugerahi umatNya dengan tulang tengkorak yang sangat kuat, sehingga otak tetap terlindung aman didalamnya.

Kuhabiskan waktuku sebulan ini untuk merangkai hasil dua riset di rumah kaca menjadi dua bab yang saling berkaitan satu sama lain. Walaupun baru setengah matang, tapi tetap saja kukirim untuk empat orang supervisorku dan minta komentar serta koreksian mereka.
Bagiku, tahap ini sudah merupakan ujian untuk menyelesaikan studi doktoralku, yang bagai penggodokan di kawah candradimuka.

Ketika profesorku bilang: "Hesti, I got nervous because of you" (he means: my progress). La, saya balik bilang: "Prof, I get more nervous than you. I couldn't sleep well."

Lho apa dia kira saya cuma leyeh-leyeh menikmati cuaca spring yang lagi indah-indahnya begini? sambil nonton sepak bola Euro (EK) 2008 depan tv? Wooo... mana sempat lah boo, lagian aku nggak suka sepak bola. Begitu set up tanggal defense-pun, aku sudah kebat-kebat, menghitung mundur hari-hari. karena masih banyak yang harus kususun untuk thesisku ini.

Aahhhh.. hari-harikua masih harus dijalani dengan kerja keras, tabah dan penuh keyakinan. Kata Mas Joko: "kalau kita mau, Tuhan pasti bantu. Beliau setiap saat setiap detik selalu bekerja memelihara dunia dan segala ciptaan-Nya. Kita sebagai umat-Nya juga harus bekerja. Kalau sudah dikerjakan, nanti kan pasti selesai juga"

Kata-kata bijak nan menyejukkan. Pikiran sudah butek, nggak bisa konsentrasi, akan jadi tenang dan pasrah. Pasrah dalam arti positif lho.. Pasrah berarti jika kita sudah berusaha sebaik yang kita mampu, hasilnya tetap pasrahkan sama Yang Kuasa. Karena Beliaulah Sang Penentu. Tapi itu jangan membuat kita tidak berbuat apa-apa.

Jadi sekarang, setelah nulis blog ini, saya mau mulai ngerjain 1/2 chapter lagi, yang menurut saya tidak perlu diburu-buru-pun tak apa, karena masih ada 1 chapter lagi, yang sama sekali belum saya sentuh, walaupun sudah ada outline dan analisa data. Tapi saya terlanjur janji kepada salah seorang supervisor saya untuk menyelesaikan manuscript yang 1/2 jadi ini untuk disubmit ke salah satu jurnal edisi khusus. Janji adalah hutang yang harus dibayar, jadi... akan saya tepati janji itu.

"Therefore, always perform your duty to the best of your abilities and without any personal motive or attachment to the results. One can attain the Supreme by Seva, because it awakens the dormant spiritual (or Kundalini) power within us." (B.G. 3.19)

Thursday, June 26, 2008

Today's inspiration

I see trees of green........ red roses too
I see em bloom..... for me and for you
And I think to myself.... what a wonderful world.

I see skies of blue..... clouds of white
Bright blessed days....dark sacred nights
And I think to myself .....what a wonderful world.

The colors of a rainbow.....so pretty ..in the sky
Are also on the faces.....of people ..going by
I see friends shaking hands.....sayin.. how do you do
Theyre really sayin......i love you.

I hear babies cry...... I watch them grow
Theyll learn much more.....than Ill never know
And I think to myself .....what a wonderful world
A song by Louis Amstrong "What a wonderful world"

Thanks God for any blesses you have given to me
for any wishes you make them true
for free fresh air I breath every seconds
for every precious happiness time and sadness I shall enjoy
I am humble for your lordlines


Tuesday, June 17, 2008

Emisi Karbon Indonesia: Mari ikut peduli

Indonesia adalah negara ketiga terbesar penyumbang emisi gas karbon, setelah Amerika dan Cina. dari deforestasi (perusakan hutan) saja, tanpa gas dari bahan bakar), Indonesia adalah negara nomor 1 penghasil emisi karbon (laporan Bank Dunia, 2007).

Perubahan lahan hutan (ekosistem hutan daratan dan rawa gambut) menyumbang gas rumah kaca ke atmosfer lebih besar dari pada gas dari sektor industri di negara maju. Indonesia telah meratifikasi Kyoto protokol dan berbagai macam perjanjian international yang berkenaan mengenai penyelamatan lingkungan. Tentunya status sebagai penghasil emisi karbon terbesar akibat deforestasi ini tidak perlu disandang, jika kita semua, baik rakyat tidak kaya tidak miskin, bersama pemerintah peduli akan lingkungan, peduli akan masa depan. Peduli bahwa kita hanya punya 1 bumi untuk tempat tinggal.

Apa yang bisa kita perbuat? Kita memang harus menuntut pemerintah bekerja lebih keras lagi menangani pembalakan kayu liar dengan mafianya. Menegakkan keadilan, karena kita tahu bahwa hukum di negara ini sudah seperti kacang goreng yang diperjual belikan. Tapi itu saja tidak cukup. Sebagai rakyat, perubahan harus mulai dari diri sendiri. Jaga kebersihan, tidak buang sampah sembarangan, menggunakan kendaraan yang hemat energi dan hemat biaya (BBM naik), memelihara lingkungan, menanam pohon jika punya halaman. Banyak hal-hal kecil yang akan berarti jika kita lakaukan bersama-sama.

Mari ikut peduli!